RisetAnakBangsa.id-Proses mengubah tugas akademik menjadi artikel jurnal sering kali bikin mahasiswa dan peneliti muda pusing tujuh keliling. Melihat keresahan ini, Darania Anisa, S.H.I., M.H. hadir membagikan strategi mindblowing agar tulisan para peneliti muda tidak sekadar mengendap di laptop, melainkan siap menembus platform publikasi ilmiah.

Darania menjadi narasumber utama dalam Workshop Peningkatan Literasi Ilmiah yang diinisiasi oleh Komisi Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan MUI Kota Padangsidimpuan. Acara ini digelontorkan di Aula Kantor MUI Kota Padangsidimpuan pada Rabu (21/10/2026), dengan menggandeng puluhan mahasiswa serta pelajar dari MAN 1 dan MAN 2 Padangsidimpuan.

Dalam sesi intensif bertajuk “Dari Naskah ke Publikasi”, Darania mengupas tuntas cara mengubah tulisan akademik biasa menjadi artikel jurnal yang tajam dan bernilai jual tinggi. Menurutnya, langkah pertama yang paling krusial adalah mempersempit fokus pembahasan agar argumen yang dibangun jauh lebih kuat.

“Jangan cuma sekadar mengunggah tulisan. Kita harus tahu cara memetakan naskah, memilih jurnal yang masuk akal dan sesuai ruang lingkup, hingga paham cara menavigasi alur di Open Journal Systems (OJS),” ujar Darania di hadapan para peserta.

Peneliti Muda berbagai Kampus Padangsidimpuan

Lebih lanjut, ia menjabarkan trik menghadapi sistem OJS yang kerap dianggap rumit oleh para pemula. Darania mengingatkan bahwa OJS sebenarnya adalah alat bantu untuk mengelola berkas dan komunikasi penerbitan. Sementara itu, penentu utama agar artikel bisa lolos review tetap berada pada kualitas data, ketelitian administrasi, dan kejelasan kontribusi riset dari si penulis sendiri.

Tidak hanya teori, Darania juga langsung menantang para peserta untuk melakukan praktik submission. Tujuannya jelas: agar sepulang dari workshop, para peneliti muda di Padangsidimpuan sudah punya modal dan rasa percaya diri tinggi untuk mengirimkan karya terbaik mereka.

Workshop yang dibuka oleh Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Ustaz Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, MA, ini berjalan interaktif. Selain Darania yang membedah masalah publikasi jurnal, hadir pula Dr. Muhammad Roihan Daulay, MA, yang memberikan tutorial mengelola referensi menggunakan aplikasi Zotero. Lewat bimbingan teknis dari para mentor ini, para peneliti muda Padangsidimpuan kini siap naik kelas dan meramaikan panggung publikasi ilmiah.