RisetAnakBangsa.id-Pelatihan Eco Teologi di Lingkungan Sekolah yang digelar di MAN 7 Jombang pada 18–19 April 2026 tidak hanya menanamkan kesadaran lingkungan, tetapi juga menguatkan keterampilan siswa dalam memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Melalui pendekatan ini, siswa didorong untuk melihat sampah bukan sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dikelola dan diinvestasikan.

Kegiatan ini menghadirkan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan praktik ekonomi berkelanjutan. Siswa diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah yang produktif, seperti pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali dalam bentuk produk yang memiliki nilai jual. Dari proses tersebut, muncul kesadaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan.

Pembicara utama, Dr. Munawir, M.Ag, dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, menegaskan bahwa:

“eco teologi tidak hanya berbicara tentang menjaga alam, tetapi juga tentang bagaimana manusia memanfaatkan sumber daya secara bijak. Pengelolaan sampah berbasis nilai investasi merupakan salah satu bentuk konkret implementasi ajaran Islam dalam bidang ekonomi dan lingkungan”, terangnya, Munawir adalah dosen di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Munawir menjelaskan keterampilan mengelola sampah dapat dikembangkan menjadi kebiasaan produktif, termasuk melalui program tabungan berbasis hasil pengolahan sampah. Salah satu skema yang diperkenalkan adalah konversi nilai sampah menjadi tabungan, bahkan hingga bentuk investasi seperti emas.

“Ini bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga pendidikan karakter—bagaimana siswa belajar disiplin, bertanggung jawab, dan berpikir jangka panjang,” ujarnya.

Selama pelatihan, siswa terlibat dalam praktik langsung pengelolaan sampah dan simulasi penghitungan nilai ekonominya. Mereka diajak memahami rantai nilai dari sampah hingga menjadi produk atau tabungan yang memiliki manfaat nyata. Proses ini sekaligus melatih kreativitas, kerja sama, serta kemampuan berpikir inovatif dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa menyadari bahwa langkah sederhana seperti memilah dan mengolah sampah dapat membuka peluang ekonomi baru. Kesadaran ini diharapkan tumbuh menjadi budaya sekolah yang berkelanjutan, sekaligus membentuk generasi yang peduli lingkungan dan mandiri secara ekonomi.

Melalui pelatihan ini, MAN 7 Jombang diharapkan mampu menjadi contoh praktik baik dalam mengintegrasikan eco teologi dengan penguatan keterampilan siswa. Sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai peluang investasi yang mendidik sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masa depan siswa.