RisetAnakBangsa.id-Penguatan kompetensi guru dalam mengintegrasikan eco teologi ke dalam kurikulum menjadi fokus dalam Pelatihan Eco Teologi di Lingkungan Sekolah yang digelar di MAN 7 Jombang pada 18–19 April 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong guru tidak hanya memahami konsep ekologis dalam perspektif keagamaan, tetapi juga mampu menerapkannya secara sistematis dalam proses pembelajaran.
Pelatihan ini menempatkan eco teologi sebagai pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai ajaran Islam dengan tanggung jawab menjaga lingkungan. Guru didorong untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik yang peduli terhadap keberlanjutan alam.
Pembicara utama, Dr. Munawir, M.Ag, dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, menegaskan bahwa:
“integrasi eco teologi ke dalam kurikulum membutuhkan kesiapan kompetensi guru secara pedagogik dan sosial. Menurutnya, guru harus mampu menerjemahkan konsep teologis menjadi materi ajar yang kontekstual, relevan, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari siswa”, dalam penjelasannya saat pemberikan pelatihan.
Munawir menjelaskan bahwa penguatan kompetensi ini mencakup kemampuan merancang perangkat pembelajaran, mengaitkan materi pelajaran dengan isu lingkungan, serta membangun kesadaran ekologis melalui metode yang partisipatif. Dengan demikian, eco teologi tidak hanya menjadi wacana, tetapi hadir dalam praktik belajar yang nyata di kelas dan lingkungan sekolah.
Selama pelatihan, guru dilibatkan dalam diskusi, simulasi, dan penyusunan rencana pembelajaran berbasis eco teologi. Pendekatan ini memberi ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman sekaligus mengembangkan strategi inovatif dalam mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam berbagai mata pelajaran.
Melalui pelatihan ini, MAN 7 Jombang diharapkan mampu menjadi model pengembangan kurikulum berbasis eco teologi di tingkat madrasah. Penguatan kompetensi guru menjadi langkah penting dalam membangun pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan dan sosial.

Leave a Reply