LATAR BELAKANG
Peradaban Islam merupakan salah satu peradaban yang memiliki pengaruh luas dalam sejarah dunia. Setelah masa kepemimpinan khulafaur Rasyidin berakhir, maka kepemimpinan umat islam dilanjutkan oleh Dinasti Bani Umayyah yang didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun 41 H/661 M sampai tahun 132 H/750 M elalui peristiwa tahkim (. Dinasti Bani Umayyah merupakan pemerintahan Islam pertama yang menerapkan sistem monarki dan berhasil membawa perubahan besar dalam berbagai bidang seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan juga ilmu pengetahuan.
Terbentuknya Dinasti Umayyah merupakan gambaran awal bahwasanya umat Islam ketika itu telah kembali mendapatkan identitasnya sebagai negara yang berdaulat dan merupakan fase ketiga kekuasaan Islam yang berlangsung kurang lebih satu abad (661-750 M). Perubahan yang dilakukan bukan hanya sistem kekuasaan Islam dari masa sebelumnya (masa Nabi dan Khulafaurrasyidin) akan tetapi juga perubahan – perubahan lain di bidang sosial politik, keagamaan, intelektual dan peradaban
Meskipun demikian, perjalan Dinasti Bani Umayyah tidak terlepas dari berbagai tantangan dan juga konflik, baik itu berasal dari dalam ataupun luar pemerintahan. Berbagai persoalan seperti politik, ekonomi, sosial dan pemerintahan juga terjadi, yang pada akhirnya menyebabkan kemunduran dan keruntuhan kekuasaan Dinasti Bani Umayyah ini pada tahun 750 M (
KAJIAN TEORI
Teori Berdirinya Dinasti Umayyah
Dinasti Bani Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 41 H / 661 M. Dinasti ini didirikan di kota Damaskus sampai tahun 132 H / 750 M. Asal usul berdirinya Dinasti Umayyah dimulai pada masa khalifah Ali bin Abu Tholib, yaitu ketika Muawiyah menjadi gubernur Damaskus pada saat itu untuk membalas dendam atas kematian Utsman. Dengan taktik dan kecerdasannya, ia mengekploitasi sentiman komunitas Muslim, menuntut Ali untuk menyerahkan para pembunuh Utsman atau menerima tanggung jawab atas pembunuhan tersebut dan mengundurkan diri sebagai khalifah (Harahap, 2024: 188).
Muawiyah sebagai pendiri Dinasti Bani Umayyah pada awalnya dipandang negatif oleh sebagian besar sejarawan. Hal ini disebabkan karena keberhasilannya dalam memperoleh legalitas atas kekuasaannya dalam perang saudara di Siffin dicapai melalui cara yang curang. Bukan hanya itu, Muawiyah juga dituduh sebagai penghianat prinsip-prinsip demokrasi yang diajarkan dalam Islam, karena dialah yang memulai mengubah sistem kepemimpinan negara menjadi monarki ataupun kekuasaan raja yang diwariskan turun – temurun (Al Ahqaf, 2020: 3).
Teori Masa Keemasan dan Perkembangan
Masa pemerintahan Bani Umayyah terkenal sebagai suatu era agresif, yang dimana perhatian tertumpu kepada usaha perluasan wilayah dan penaklukan yang terhenti sejak zaman Khulafaurrasyidin terakhir. Hanya dalam jangka waktu 90 tahun, banyak bangsa di penjuru empat mata angin beramai ramai masuk kedalam kekuasaan Islam, yang meliputi tanah Spanyol, seluruh wilayah Afrika Utara, Jazirah Arab, Suriyah, Palestina, separuh daerah Anatolia, Irak, Persia, Afganistan, India dan negeri-negeri yang sekarang dinamakan Turkmenistan, Uzbekistan dan Kirgiztan yang termasuk Sovyet Rusia.
Kemajuan Islam di masa Daulah Umayyah meliputi berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan, seni dan budaya. Pada masa Khalifah Abdul Malik, masjid-masjid didirikan di berbagai kota besar. Selain itu, beliau juga memperbaiki kembali tiga mesjid utama umat Islam yaitu Masjidil Haram (Mekkah), Masjidil Aqsa (Yerussalam) dan Masjidil Nabawi ( Madinah ). Al-Walid yang ahli arsitektur , mengembangkan mesjid sebagai sebuah bangunan yang indah. Menara mesjid yang sekarang ada dimana – mana itu pada mulanya merupakan gagasan Al-Walid ini. Bani Umayyah juga mencapai banyak kemajuan dibawah kepemimpinan khalifah yang berkuasa pada masa tersebut, diantaranya :
- Perluasan Wilayah
- Bidang Pemerintahan
- Bidang Politik Kenegaraan
- Bidang Kemiliteran
- Bidang Ekonomi
- Bidang Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
- Bidang Pengembangan Bahasa Arab
Teori Kemunduran dan Kehancuran Dinasti Bani Umayyah
Keruntuhan dinasti Bani Umayyah ditandai dengan kekalahan Marwan bin Muhammad dalam pertempuran zab hulu melawan pasukan Abu Muslim al-Khurasani pada tahun 748 M. pada peristiwa ini, terjadi pembersihan etnis terhadap anggota keluarga Bani Umayyah. Selain itu, pasukan Marwan bin Muhammad yang ditawan jiga dibunuh, sementara yang masih hidup terus dikejar dan kemudian dibunuh. Bukan hanya itu saja, bahkan Marwan bin Muhammad yang sempat melarikan diri juga dapat ditangkap dan kemudian dibunuh oleh pasukan Abu Muslim al-Khurasani.
Dalam buku sejarah kebudayaan islam karya murodi menjelaskan sebab-sebab kemunduran dinasti Bani Umayyah yaitu :
- Khalifah memiliki kekuasaan yang absolute.
- Gaya hidup mewah para khalifah.
- Tidak adanya ketentuan yan.g tegas mengenai sistem pengangkatan khalifah.
- Banyaknya gerakan pemberontakan selama masa-masa pertengahan hingga akhir pemerintahan Bani Umayyah.
- Pertentangan antara Arab Utara dan Arab Selatan semakin meruncing.
- Banyaknya tokoh agama yang kecewa dengan kebijakan para penguasa Bani Umayyah.
KAJIAN TERDAHULU
Untuk memastikan keaslian kajian ini, penulis meninjau tiga literatur utama yang menjadi rujukan data yaitu :
- Harahap, Saidatul Husna (2024) : Berfokus kepada pembahasan tentang sejarah berdirinya Dinasti Bani Umayyah.
- AL AHQAF, Muhammad Infitar (2020) : Berfokus kepada setiap perkembanagn yang terjadi selama berdirinya Bani Umayyah pada saat kepemimpinan khalifah-khalifah pada saat itu.
- Harahap, Muhammad Sapii (2019) : Membahas berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya kemunduran dan keruntuhan Dinasti Bani Umayyah.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Studi Pustaka ( Library Research ) dan menerapkan Metode Sejarah (Historis). Langkah – langkah yang dilakukan adalah :
- Heuristik ( Pengumpulan Data ) : Mengumpulkan literatur tertulis yang relevan mengenai peradaban Dinasti Bani Umayyah. Sumber yang digunakan adalah artikel ilmiah karya Harahap, Saidatul Husna yang berjudul “Perkembangan Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Umayyah”, didukung juga dari sumber sekunder berupa jurnal karya AL AHQAF, Muhammad Infitar (2020) dan Harahap, Muhammad Sapii (2019).
- Verifikasi (Kritik Sumber) : Melakukan pengujian internal dan eksternal terhadap keaslian serta kredibilitas data pustaka yang telah dikumpulkan agar terhindar dari kekeliruan sejarah.
- Historiografi ( Penulisan ) : Menyusun dan merangkaikan hasil penafsiran data ke dalam bentuk draf narasi sejarah yang kronologis, logis dan sistematis.
ANALISIS
Berdirinya Dinasti Bani Umayyah
Salah satu penyebab terbentuknya Dinasti Bani Umayyah ini ketika Khalifah Utsman bin Affan wafat, yang dimana pada saat itu terjadi konflik politik yang dikenal dengan fitnah kubro (perpecahan besar) antara pihak Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah yang pada saat itu menjabat sebagi gubernur Syam ( Suriah ).
Konflik inipun berujung kepada terjadinya Perang Shiffin. Setelah wafatnya Ali dan pengunduran diri putranya Hasan bin Ali, Muawiyah pun diangkat sebagai khalifah dan memulai pemerintahan Bani Umayyah dengan pusat pemerintahan yang terletak di Damaskus.
Masa Keemasan dan Perkembangan
Dinasti Bani Umayyah mengalami banyak perkembangan yang sangat besar ataupun masa keemasan terutama pada masa kepemimpinan khalifah Abdul Malik bin Marwan, Al-Walid bin Abdul Malik dan Umar bin Abdul Aziz. Yang dimana Dinasti Bani Umayyah mengalami banyak perkembanagn dalam beberapa bidang seperti politik, ekonomi, administrasi pemerintahan, sosial dan kebudayaan bahkan kepemimpinan. Yang dimana semua hal tersebut disebabkan oleh kemampuan para khalifah dalam mengelola pemerintahan. Masa keemasan ini juga menghasilkan banayak keberhasilan seperti wilayah islam yang semakin luas, ekonomi berkembang pesat dan juga kelemahan seperti terjadinya persaingan dalam suksesi kekuasaan dalam sistem monarki dan konflik di beberapa wilayah tetap terjadi.
Masa Kemunduran Dinasti Bani Umayyah
Masa kemunduran Dinasti Bani Umayyah disebabkan oleh terjadinya berbagai permasalahan internal dan eksternal yang semakin melemahkan pemerintah. Yang diamana salah satu faktor utamanya adalah konflik politik dalam keluarga para penguasa yang menyebabkan perebutan kekuasaan dan ketidakstabilan pemerintah.
Kemunduran Dinasti Bani Umayyah juga dipengaruhi oleh munculnya gerakan Abbasiyah yang berhasil memperoleh dukungan dari berbagai kelompok masyarakat yang merasa tidak puas terhadap pemerintahan Umayyah. Sehingga kemunduran Bani Umayyah ini tidak hanya mengalami kemunduran karena satu faktor saja, akan tetapi kombinasi dari konflik politik, ketidakadilan, sosial, melemahnya kondisi ekonomi dan munculnya kekuatan politik baru yang lebih mendapat dukungan masyarakat.
KESIMPULAN
1). Dinasti Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 41 H / 661 M. Dinasti ini didirikan di kota Damaskus sampai tahun 132 H / 750 M. Asal usul berdirinya Dinasti Umayyah dimulai pada masa khalifah Ali bin Abu Tholib, yaitu ketika Muawiyah menjadi gubernur Damaskus pada saat itu untuk membalas dendam atas kematian Utsman. Yang dimana pada saat itu terjadi konflik politik antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan.
2). Dinasti Bani Umayyah mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, administrasi, sosial dan kebudayaan, yang dimana kberhasilan tersebut dicapai dari kemampuan para khalifah dalam menciptakan stabilitas pemerintahan dan memperluas wilayah kekuasaan Islam sampai mencapai 3 benua yaitu Asia, Afrika dan Eropa. Hal inilah yang menjadi masa keemasan pada saat Dinasti Bani Umayyah.
3). Setelah mengalami masa keemasan, Bani Umayyah juga mengalami kemunduran yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu konflik internal keluarga penguasa, diskriminasi terhadap kaum mawali, munculnya berbagai pemberontakan, gaya hidup mewah sebagian khalifah, luasnya wilayah kekuasaan, kemunduran ekonomi dan munculnya gerakan Abbasiyah.
DAFTAR PUSTAKA
Al Ahqaf, M. I. (2020). Pemikiran Dan Peradaban Islam Pada Masa Bani Umayyah. Researchgate. Net, December.
Harahap, S. H., Pasaribu, L. A., Melinda, L. B., Silaen, A. M., & Alvaro, K. (2024). Perkembangan Peradaban Islam Pada Dinasti Bani Umayyah. Tabayyun: Journal Of Islamic Studies, 2(01).
Harahap, M. S. (2019). Sejarah Dinasti Bani Umaiyyah Dan Pendidikan Islam. WARAQAT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 4(2), 21-21.
Al Ahqaf, M. I. (2020). Pemikiran Dan Peradaban Islam Pada Masa Bani Umayyah. Researchgate. Net, December.

Juhriah Wardatul Afwa Hrp
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Leave a Reply