RisetAnakBangsa.id-Secara bahasa, Al-Makki berarti sesuatu yang berkaitan dengan Makkah, sedangkan Al-Madani berkaitan dengan Madinah. Dalam Ulumul Qur’an, para ulama memberikan beberapa pendapat mengenai pengertiannya.

Pendapat pertama berdasarkan tempat turunnya ayat, yaitu ayat yang turun di Makkah disebut Makkiyah dan yang turun di Madinah disebut Madaniyah. Pendapat kedua berdasarkan sasaran ayat, yaitu ayat Makkiyah ditujukan kepada penduduk Makkah dan Madaniyah kepada masyarakat Madinah.Pendapat ketiga yang paling kuat menurut mayoritas ulama—berdasarkan waktu turunnya wahyu. Ayat yang turun sebelum hijrah disebut Makkiyah, sedangkan ayat yang turun setelah hijrah disebut Madaniyah. Pendapat ketiga dianggap paling tepat karena lebih mudah dipahami dan lebih sesuai dengan perkembangan dakwah Rasulullah saw. Dengan dasar ini, ayat yang turun setelah hijrah tetap disebut Madaniyah meskipun diturunkan di Makkah.

Karakteristik Ayat Makkiyah

Ayat Makkiyah memiliki ciri yang khas karena diturunkan pada masa awal dakwah Islam. Pertama, ayat Makkiyah banyak membahas aqidah dan tauhid, seperti keesaan Allah, hari kiamat, surga dan neraka. Tujuannya untuk menanamkan keyakinan kepada umat Islam.

Kedua, ayat Makkiyah menekankan pembentukan akhlak dan moral. Rasulullah saw. membimbing masyarakat Arab agar meninggalkan kebiasaan jahiliah seperti penyembahan berhala, ketidakadilan, dan permusuhan. Ketiga, bahasa dalam ayat Makkiyah biasanya lebih singkat, padat, dan kuat, sehingga mudah dihafal dan memberi pengaruh mendalam. Keempat, ayat Makkiyah sering menggunakan panggilan “Yā ayyuhan-nās” karena dakwah pada masa itu ditujukan kepada seluruh manusia. Kelima, ayat Makkiyah banyak memuat kisah nabi terdahulu sebagai pelajaran dan penguat hati Rasulullah saw.

Contoh surah Makkiyah: Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Lahab dan Surah Al-Mulk

Karakteristik Ayat Madaniyah

Ayat Madaniyah turun setelah hijrah Nabi ke Madinah.

Pertama, ayat Madaniyah banyak membahas hukum Islam, seperti zakat, puasa, haji, pernikahan, warisan, dan muamalah.Kedua, membahas kehidupan sosial dan kemasyarakatan, karena umat Islam sudah membangun masyarakat yang lebih teratur.

Ketiga, ayat Madaniyah sering menggunakan panggilan “Yā ayyuhalladzīna āmanū” yang ditujukan kepada orang-orang beriman. Keempat, ayat Madaniyah cenderung lebih panjang dan rinci karena membahas hukum secara detail. Kelima, ayat Madaniyah juga membahas hubungan umat Islam dengan Ahli Kitab dan kaum munafik.

Contoh surah Madaniyah: Surah Al-Baqarah danSurah Ali Imran

Urgensi Al-Makki wal Al-Madani dalam Memahami Al-Qur’an

Ilmu Al-Makki wal Al-Madani memiliki manfaat yang besar. Pertama, membantu memahami asbabun nuzul dan konteks turunnya ayat. Kedua, memudahkan penafsiran ayat secara tepat. Ketiga, menunjukkan perkembangan dakwah Rasulullah saw. dari fase pembinaan iman menuju pembentukan masyarakat Islam. Keempat, membantu mengetahui hikmah turunnya wahyu secara bertahap. Kelima, menjadi dasar penting dalam ilmu tafsir dan studi Al-Qur’an.

Hikmah Turunnya Al-Qur’an Secara Bertahap

Turunnya Al-Qur’an secara berangsur-angsur memiliki hikmah besar. Pertama, menguatkan hati Rasulullah saw. dalam menghadapi tantangan dakwah. Kedua, memudahkan sahabat dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an. Ketiga, memberi jawaban terhadap berbagai persoalan yang muncul di masyarakat. Keempat, menunjukkan bahwa Islam berkembang secara bertahap sesuai kesiapan umat.

Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat memperhatikan kondisi manusia dalam menerima dan menjalankan perintah Allah.

Daftar Pustaka

Amrozi, M. I. (2021). Studi Ilmu Al-Qur’an: Reorientasi Epistemologi Makki Madani.            Pustaka Ilmu.

Anwar, R. (2014). Ulumul Quran (Cet. 5). Pustaka Setia.

Departemen Agama RI. (2011). Kedudukan dan Karakteristik Surah Makkiyah dan Madaniyah. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Ichsan, M. (2020). Studi Al-Qur’an: Pengantar Komprehensif. Lingkar Media.

Manna’, A. K. (2016). Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an (H. Azhar, Trans.). Akbar Media.

Nadya Ulya

Mahasiswa Prodi Teknologi informasi UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan