RisetAnakBangsa.id-Tarjamah merupakan proses penerjemahan bacaan ayat Al-Qur’an dari bahasa aslinya , yaitu bahasa Arab kedalam bahasa lain, memungkinkan bagi pembaca yang tidak menguasai Bahasa asli. Tujuan utamanya adalah untuk memungkinkan orang yang tidak fasih dalam Bahasa Arab untuk memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Terjemahan Al-Qur’an berusaha seakurat mungkin merefleksikan makna yang terkandung dalam teks aslinya..
Hukum Menerjemahkan al-Qur’an
Menerjemahkan al-Qur’an adalah sebuah cara untuk mengetahui dan memahami al-Quran dengan terjemah mengubah Bahasa asli atau Bahasa arab kedalam Bahasa asing seperti Bahasa Indonesia ataupun menjelaskan ayat al-Qur’an agar lebih mudah dipahami oleh seseorang yang kurang memahami Bahasa arab. Ulama memiki berbagai pendapat yang beragam tentang menerjemahkan al-Qur’an diantaranya:
Syeikh Abdul’Alim mengemukakan bahwa hukum menerjemahkan al-Qur’an dengan artian menyampaikan al-Qur’an itu sendiri. Menerjemahkan al-Qur’an dengan cara demikian boleh. Hukum ini sesuai dengan firman Allah SWT. dalam QS. al-Baqarah ayat 174 yang berbunyi:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَشْتَرُوْنَ بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًاۙ اُولٰۤىِٕكَ مَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ اِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْ ۚوَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Artinya: “ Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu kitab (Taurat), dan menukarkannya dengan harga murah,mereka hanya menelan api neraka kedalam perutnya. Allah tidak akan menyapa mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang sangat pedih.
Metode Penerjemahan Al-Qur’an
Terdapat 3 teori terjemahan dari tiga pakar ‘ulum al-Qur’an, yaitu Manna’ Khalil al-Qattan, Muhammad Husain al-Zahabi, dan Muhammad ‘Abd al-‘Azim al-Zarqani. Pada dasarnya, kajian ketiganya dari asumsi dasar tentang 2 jenis-jenis tarjamah yaitu:
Pertama, Tarjamah harfiyyah adalah memindahkan suatu lafaz dari suatu Bahasa kepada Bahasa lainnya dengan menjaga kesesuaian struktur dan tata Bahasa, dan memelihara seluruh makna Bahasa asal secara sempurna. Sebagai contoh terjemah harfiah dalam surah al-Hijr ayat 4 yang dilakukan oleh Ustad Thalib yaitu:
وَمَآ اَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ اِلَّا وَلَهَا كِتَابٌ مَّعْلُوْمٌ
“ Kami tidak akan membinasakan suatu negeri kecuali sesuai takdirnya.”
Ayat tersebut diterjemahkan perkata dengan mencari makna yang sesuai dengan Bahasa asli , tidak ditemukan adanya penafsiran. Kata وَمَآ اَهْلَكْنَا diartikan dengan (kami tidak akan membinasakan), kemudian kata مِنْ قَرْيَةٍ diartikan dengan suatu negeri. اِلَّا (kecuali), وَلَهَا كِتَابٌ مَّعْلُوْمٌ (sesuai takdirnya).
Kedua, Tarjamah tafsiriyyah adalah menjelaskan makna kalimat dengan Bahasa lain tanpa terikat kepada kaidah-kaidah atau struktur Bahasa asal.
Pengertian Tafsir
Tafsir adalah langkah untuk menjelaskan atau menyingkap kandungan makna ayat-ayat al-Qur’an dengan segenap ilmu pendukungnya yang terangkai dalam ‘ulum al-Qur’an. Kata “tafsir” dalam al-Qur’an ditemukan sebanyak satu kali, tepatnya dalam QS. al-Furqan 25: 33
وَلَا يَأْتُوْنَكَ بِمَثَلٍ اِلَّا جِئْنٰكَ بِالْحَقِّ وَاَحْسَنَ تَفْسِيْرًا ۗ
Artinya: “Tidaklah mereka datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, kecuali Kami datangkan kepadamu kebenaran dan penjelasan yang terbaik.”
Maksudnya, setiap kali mereka datang kepada Nabi Muhammad Saw membawa suatu hal yang aneh berupa usul dan kecaman, Allah menolaknya dengan suatu yang benar dan nyata. Seorang penafsir tidak hanya bertugas menjelaskan makna yang dipahaminya, akan tetapi ia hendaknya juga berusaha menyelesaikan kemusyilikan atau kesamaran makna lafadz ataupun kandungan kalimat ayat.
Metode Tafsir
Abd al-Hayy al-Farmawi menyatakan bahwa metode penyajian tafsir yang dilakukan oleh kalangan ulama terbagi menjadi empat macam, pertama, Tahlili (analitis), kedua, Ijmali (global), ketiga, Muqaran (komparatif), dan keempat, maudlu’i (tematik).
Pertama, Metode Tafsir Tahlili. Secara umum metode tahlili bermaksud menjelaskan sesuatu pada unsur-unsur nya secara terperinci. Secara istilah tafsir tahlili adalah metode yang digunakan seorang mufasir dalam menyingkap ayat sampai pada kataperkataannya, dan mufasir melihat petunjuk ayat dari berbagai segi serta menjelaskan keterkaitan kata dengan kata lainnya dalam satu ayat atau beberapa ayat. Kelebihan dari metode ini fleksibilitasnya yang sangat luas. Seperti yang dijelaskan Hasan Hanafi adalah kemampuannya menyajikan informasi yang kaya tentang aspek linguistik, konteks sosial, dan sejarah yang terkandung dalam teks.
Menelusuri Rahasia Dibalik Surah al-Alaq ayat 1 melalui tarjamah dan Tafsir
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ:
“ Bacalah dengan (menyebut ) nama Tuhanmu yang menciptakan!”
Tafsir
Kata Iqro dalam ayat pertama merpakan wahyu yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril di gua hira. Yang artinya bacalah. Jika kita di posisi tersebut pastinya kita bertanya- tanya mengapa ada perintah untuk membaca sedangkan rasulullah tidak mengenal huruf.
Namun setelahnya keheranan ini pun lenyap, jika disadari makna iqro. Dan disadari pula bahwa perintah ini bukan hanya kepada Rasulullah saja, tetapi juga untuk seluruh umat manusia. Karena penerapan perintah untuk membaca tersebut merupakan kunci membuka kesuksesan. Tidak hanya di dunia tetapi kebahagiaan di ukhrawi juga.
DAFTAR PUSTAKA
Haromaini, A. (2015). Metode Penafsiran Al-Qur’an. Jurnal Asy-Syukriyah , 14(1), 24-35.
Hidayat, H.,Laili, Z., Sofi, D.F., & Hasana, F.W. (2005). Studi dasar ilmu al-Qur’an: Pengertian, jenis tarjamah, perbedaan tafsir dan ta’wil, serta etika mufassir, Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII), 3(1), 51-66.
Hidayat, R.A (2024). Kemaksuman Nabi Muhammad ( Studi Perbandingan Tafsir Ruh Al-Ma’ani Dan Al-Kasyasyaf) (Doctoral dissertation, Institut PTIQ Jakarta.
Husna, S. (2025). TARJAMH AL-QUR’AN; HUKUM DAN PENDAPAT ULAMA TENTANG TARJAMAH AL-QUR’AN. Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (JIQTA), 4(1), 15-25.
Mansyur, M.H. (2021). Iqra’Sebagai Bentuk Literasi Dalam Islam. HAWAN: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, 2(1)
Mutaqien, 1.(2023). Mushaf Al-Qur’an Terjemah Perkata(Studi Atas Metode Pemenggalan Atas Metode Pemenggalan Lafaz Al-Qur’an Dalam Pemahaman Makna Al-Qur’an). (Doctoral dissertation, Institut PTIQ Jakarta).(Doctoral dissertation, Institut PTIQ Jakarta).

Luthfiyah Hamidah Harahap
Mahasiswa UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Leave a Reply