RisetAnakBangsa.id-Mahasiswa Universitas Jember (Unej) berhasil menciptakan alat pengering tembakau lebih cepat yang dinamai Dry Toba. Alat ini mampu mengeringkan hingga 250 kilogram daun tembakau basah dalam 2–3 hari, jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Alat yang dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan IPTEK (PKM-PI) ini dilakukan uji coba di di Dusun Tabon, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Hasil dari uji coba ini mendapatkan respon positif dari Masyarakat, terutama dari Kelompok Tani Desa Bades (Sukatani). Kelompok petani tembakau ini mengelola kurang lebih 150 hektare dan melibatkan lebih dari 120 keluarga petani.

“Inovasi yang diciptakan mampu meningkatkan efisiensi pengeringan hingga 70 persen dan mampu menekan tingkat kerusakan produk yang semula 30 persen menjadi hanya 3 persen. Dengan alat ini, prosesnya lebih cepat dan hasilnya lebih bagus. Kualitas tembakau kami juga stabil, jadi harganya tidak jatuh,” ujar Gunawan, Ketua Kelompok Sukatani, Senin (27/10/2025).

Padahal sebelum ada alat ini, petani membutuhkan waktu 7-10 hari untuk mengeringkan tembakau, apalagi ditambah dengan curah hujan yang tinggi.

“Kerentanan itu memperpanjang waktu pengeringan hingga 15 hari, menyebabkan sekitar 30 persen produk tembakau mengalami penurunan mutu dan kerugian finansial akibat turunnya harga jual hingga 20 persen,” tuturnya Ketua tim pelaksana program ini, Rizki Agus Setyawan.

Dengan alat ini, diperkirakan petani mengeluarkan biaya operasional mesin 3 juta dalam satu musim, dengan persentase kenaikan pendapatan hingga 25 persen. Dari sebelumnya keuntungan Rp 50 juta kini berpotensi meningkat menjadi Rp 62,5 juta per hektare.

Adanya inovasi mahasiswa ini sangat membatu terhadap permasalahan dimasyarakat, terutama bagi petani yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya. Kedepannya, mahasiswa diharapkan semakin banyak menciptakan inovasi sehingga bisa memberikan efek positif Ketika terjun ke masyakarat. (UF).