RisetAnakBangsa.id-Siapa bilang tugas kuliah hanya berakhir di ruang kelas? Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Semester 2 Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan (UIN SYAHADA) justru berhasil mengubah mata kuliah kewirausahaan menjadi seminar digital marketing yang inspiratif dan penuh antusiasme.
Seminar bertajuk “Digital Marketing and Entrepreneurial Creativity Through Social Media” itu digelar di Aula FASIH lantai 3, Kamis (21/5/2026), dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi sekaligus praktisi media sosial.
Kegiatan ini menjadi menarik karena lahir dari keresahan mahasiswa melihat perkembangan media sosial yang kini tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga peluang penghasilan bagi generasi muda.
Ketua panitia, Gustiar Afriansyah Pasaribu, mengatakan ide seminar muncul setelah mahasiswa mempelajari mata kuliah kewirausahaan di semester 2.
“Kami melihat banyak anak muda aktif di media sosial, tapi belum semua memahami bagaimana media sosial bisa dimanfaatkan menjadi peluang usaha dan sumber penghasilan. Dari situlah kegiatan ini dibuat,” ujarnya.
Seminar menghadirkan Darania Anisa, S.H.I., M.H., dosen dan pegiat media sosial, serta Muhammad Afta Siregar, mahasiswa yang dikenal aktif sebagai influencer media sosial.

Dalam pemaparannya, Darania Anisa menekankan bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk berkembang melalui platform digital, khususnya TikTok dan Instagram. Menurutnya, keberhasilan di media sosial bukan hanya soal jumlah pengikut, tetapi keberanian memulai dan konsistensi membangun konten.
“Mahasiswa juga bisa menghasilkan uang dari media sosial. Yang penting jangan takut mencoba. Cari tahu, belajar, lalu mulai lakukan,” katanya di hadapan peserta seminar.
Sementara itu, Muhammad Afta Siregar membagikan pengalamannya membangun akun Instagram hingga memiliki banyak pengikut dan mendapatkan kerja sama dengan sejumlah perusahaan.
Ia mengaku konsistensi membuat konten membawanya memperoleh penghasilan bulanan, diundang ke berbagai event, hingga beberapa kali bepergian ke luar kota.
“Awalnya hanya iseng membuat konten. Tapi ternyata kalau ditekuni, media sosial bisa membuka banyak peluang,” ungkapnya.
Acara tersebut turut dibuka oleh dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan, Dr. Habibi, S.H., M.Hum. Ia menyebut seminar ini menjadi contoh positif bagaimana pembelajaran di kelas dapat berkembang menjadi kegiatan nyata yang berdampak.
“Seminar atau workshop itu biasa bagi mahasiswa. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana ilmu itu dipraktikkan dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak mahasiswa aktif bertanya mengenai strategi membangun personal branding, algoritma media sosial, hingga cara mendapatkan penghasilan dari platform digital.

Kegiatan yang awalnya hanya berangkat dari ruang kelas itu akhirnya berkembang menjadi forum inspiratif tentang peluang generasi muda di era digital. Seminar ini sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa dapat melahirkan ruang belajar yang relevan dengan perkembangan zaman.


Leave a Reply