RisetAnakBangsa.id-Pemerinta berencana mengeluarkan peraturan presiden (perpres) mengenai peta jalan nasional kecerdasan buatan (AI) dan etika penggunaannya.

Langkah ini dilakukan karena saat ini banyak mahasiswa mulai ketergantungan dalam menggunakan IA dalam setiap menjawab permasalahan akademiknya.

Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria dalam acara Digital Talent War 2025 dan Internship Fair yang diadakan di Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang, pada Kamis (13/11/2025).

“Dalam waktu dekat kita akan mengeluarkan perpres peta jalan nasional AI dan etika AI. Nah, etika AI ini juga merangkum berbagai adopsi AI yang intinya AI itu harus digunakan dengan prinsip human center. Jadi kita tidak ingin menjadi budaknya AI,” ujarnya usai acara.

Ia menambahkan kalau semua tugas diserahkan pada AI, kemampuan kita berpikir akan menurun dan kita mencetak sarjana-sarjana yang tidak bisa berpikir. Yang berpikir adalah AI-nya.

“AI harus dimanfaatkan sebagai teman dan mitra untuk mendorong kreativitas dan inovasi, tanpa mengurangi daya kritis dan kecerdasan pengguna,” tutupnya.