PENDAHULUAN
Masuknya Islam ke Spanyol merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah peradaban Islam dan dunia. Peristiwa ini menjadi awal berkembangnya kekuasaan Islam di wilayah Eropa Barat yang kemudian melahirkan peradaban maju dan berpengaruh selama berabad-abad. Spanyol, yang pada masa Islam dikenal dengan nama Al-Andalus, menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, pendidikan, ekonomi, dan arsitektur yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan dunia. Masuknya Islam ke Spanyol membawa dampak yang sangat besar terhadap perkembangan masyarakat setempat.
PEMBAHASAN
Sebagaimana telah disebutkan dalam Bab III bahwa Islam masuk Spanyol pada masa Khalifah al-Walid bin AbdulMalik (705-715), salah seorang khalifah Daulah Umayyah yang berpusat di Damaskus. Islam masuk ke Spanyol lewat Afrika Utara, saat itu telah menjadi salah satu pripinsi Daulah Umayyah.
Islam masuk Spanyol dalam dua gelombang; pertama,pada masa Khalifah Al-Walid ibn Abdul Malik (710-712),kedua, pada masa Khalifah Umar ibn Abdul Aziz (717). Pada gelombang pertama ada tiga pahlawan Islam yang dapatdikatakan lebih berjasa memimpin pasukan Islam dalam proses penaklukan Spanyol. Mereka adalah, pertama, Tharifbin Malik, sebagai pasukan perintis dan penyelidik.
Dia berangkat diutus Musa bin Nusair pada tahun 710 M. dengan jumlah pasukan sebanyak 500 orang. Mereka berhasil menyeberangi selat yang berada di antara Marokko dan benua Eropa. Di antara pasukan Tharif adalah tentara berkuda,mereka menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian.164 Dalam penyerangan pertama itu, Tahrif bin Malik tidak mendapat perlawanan yang berarti malahan mereka menang dan membawa pulang harta rampasan yang lumayan banyak ke Afrika Utara.
Kedua, Thariq bin Ziyad, sebagai pasukan penakluk,mereka berangkat pada tahun 711M. juga diutus Musa bin Nusair dengan jumlah pasukan sebanyak 7000 orang. Sebagian besar pasukannya adalah suku Barbar yang didukung Musabin Nusair dan sebagian lainnya lagi adalah orang Arab yang dikirim Khalifah al-Walid. Pasukan mereka menyeberangi selat dibawah pimpinan Thariq bin Ziyad. Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya untuk melakukan penyerangan disebut dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq).
Ketiga, Musa bin Nusair, dia berangkat dengan pasukan besar menyeberangi selat pada tahun 712 M. dan satu persatu kota yang dilaluinya dapat ditaklukkannya, seperti Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida. Dia dan pasukannya bergabung dengan pasukan Tharik di Toledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya mulai dari Saragosa sampai Navarre.169
Pada saat mereka hendak melanjutkan pertempuran sampai ke pegunungan Pyrenia di utara dan selatan Perancis, datang panggilan dari Khalifah al-Walid bin Abdil Malik untuk menghadap Khalifah di Damaskus dan melaporkan hasil penaklukan mereka. Andai kata panggilan ini tidak datang diperkirankan mereka akan dapat menaklukkan seluruh Spanyol sampai dengan Perancis, Italia, bahkan seluruh Eropa barat, mengingat mudahnya menaklukkan Spanyol karena saat itu kondisi sosial politik serta ekonomi yang rapuh turut menguntungkan pasukan Islam.
1.Faktor-faktor Mudahnya Menaklukkan Spanyol
Kemenangan-kemenangan yang dicapai umat Islam pada penyerangan pertama tidak lepas dari adanya beberapa faktor internal dan eksternal yang menguntungkan. Faktor internal adalah kondisi umat Islam mulai dari penguasa, tokoh-tokoh pejuang dan prajurit Islam yang ikut andil dalam penaklukan Spanyol merupakan orang-orang pilihan. Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang kuat, pejuang dan prajuritnya kompak, bersatu, berani dan tabah menhadapi tantangan karena dimotivasi oleh ajaran agama Islam untuk berjuang di jalan Allah Swt.
2.Komposisi Penduduk Spanyol
Penduduk Andalusia terdiri dari banyak suku, antara lain, Arab, Barbar, Spanyol, dan Yahudi. Bangsa Arab dan Barbar datang ke Spanyol sejak masa penaklukan negeri itu oleh orang Islam. Keturunan Arab ini terdiri dari dua kelompok besar, yaitu keturunan Arab Utara yang terdiri dari suku Mudhari dan keturunan Arab Selatan yang terdiri dari suku Yamani. Kebanyakan orang Arab Mudhari tinggal diToledo, Saragossa, Sevilla dan Valensia, sedangkan orang Arab Yamani banyak bermukim di Granada, Cordova, Sevilla Murcia dan Badajoz. 178 Orang-orang Barbar banyak tinggal di daerah-daerah
3.Periodesasi Pemerintahan Daulah Umaiyah di Spanyol
Sejak Islam masuk Spanyol sampai berarkhirnya kerajaan Islam di sana selama lebih dari tujuh abad, dapat dibagi kepada empat periode.dibagi kepada empat periode.
Periode pertama, (710-755 M), yaitu sejak masuknya Islam ke Spanyol sampai terbentuknya daulah Umayyah di sana.Pada periode pertama ini, Islam di Spanyol mengalami goncangan sehingga terjadi 20 kali pergantian gubernur selama 45 tahun karena tidak ada gubernur yang tangguh yang mampu mempertahankan kekuasaannya untuk jangka waktu yang agak lama.
Periode kedua, (756-912 M.), yaitu sejak pembentukan Pemerintahan Daulah Umayyah di Spanyol di bawah seorang yang bergelar amir (gubernur), tetapi tidak tunduk kepada pemerintahan Islam pusat khalifah Abbasiyah di Baghdad. Pada saat ini daulah Umayyah di Cordova dipimpin oleh tujuh orang amir, yaitu Abdurrahman I (756-788 M), Hisyam I (788-796) Hakam I (796-822), Abdurrahman II (822-852), Muhammad I (852-886 M), Munzir (886-888 M), Abdullah (888-912 M),
Periode ketiga, (912-1012 M.) yaitu di bawah pemerintahan seorang pimpinan yang bergelar khalifah, pada saat ini terdapat empat khalifah, yaitu Abdurahman III (912-961 M), Hakam II (961-976 M), Hisyam II (976-1000 M), 150 • Syamruddin Nasution |
4. Pembentukan Daulah Umaiyah di Spanyol
Pada periode kedua, adalah pembentukan daulah Umayyah di Spanyol, sebagai pendirinya adalah Abd. al-Rahman I (al-Dakhil). Dia adalah cucu khalifah Umayyah ke-10, yaitu Hisyam. Dia termasuk salah seorang yang lolos dari pembalasan dan pembantaian dari khalifah pertama Daulah Abbasiyah, Al-Safah.Abd. al-Rahman datang ke Spanyol, setelah mengembara selama lima tahun di Palestina, Mesir dan Afrika,dan akhirnya dia sampai di Geuta. Dia diberi perlindungan oleh seorang bangsa Barbar, keluarga pamannya dari pihak ibu. Kemudian dia mengutus pelayannya, Barbar, supaya berunding dengan orang orang Syiria di Spanyol. Mereka siap mendukung dan menerima pemuda petualangan itu. Karena merasa yakin dengan bantuan dan dukungan mereka, Abd. al-Rahman pergi ke Spanyol dan memperoleh sambutan hangat pada tahun 755 M. Pribadinya
KESIMPULAN
Masuknya Islam ke Spanyol merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah peradaban Islam. Islam mulai masuk ke Spanyol pada tahun 711 M melalui kepemimpinan Tariq bin Ziyad yang berhasil menyeberangi Selat Gibraltar dan mengalahkan kerajaan Visigoth. Keberhasilan ini membuka jalan bagi berkembangnya kekuasaan Islam di wilayah yang dikenal sebagai Andalusia.
Selama berabad-abad, umat Islam tidak hanya membawa ajaran agama, tetapi juga kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, ekonomi, arsitektur, pertanian, dan kebudayaan. Kota-kota seperti Cordoba, Seville, dan Granada berkembang menjadi pusat peradaban yang maju dan berpengaruh di Eropa.
Dengan demikian, masuknya Islam ke Spanyol tidak hanya memperluas wilayah dakwah Islam, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan dunia. Warisan peradaban Islam di Spanyol menjadi bukti bahwa Islam pernah membawa masa kejayaan yang memberikan manfaat bagi berbagai bangsa dan menjadi jembatan penyebaran ilmu dari dunia Islam ke Eropa.
DAFTAR PUSTAKA
163 Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,1993), h. 87-88. Syamruddin Nasution | SEJARAH PERADABAN ISLAM • 141.
164 Ahmad Syalabi, Sejarah dan Kebudayaan Islam, j. 2. c. 1. (Jakarta: Pustaka Alhusna, 1983), h. 158.165 Hasan Ibrahim Hasan, op.cit., h. 68. 142 • Syamruddin Nasution | SEJARAH PERADABAN ISLAM.
170 Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya, j. 1. (Jakarta: UI
178 Siti Maryam dkk., op.cit., h. 83. 179 Ibid., h. 83. 180 A. Syalabi, J. 2., op.cit., h. 157. Syamruddin Nasution | SEJARAH PERADABAN ISLAM • 149
168Hasan Ibrahim Hasan, op.cit., h. 73. 169 Badri Yatim, op.cit., h. 90. 144 • Syamruddin Nasution | SEJARAH PERADABAN ISLAM
181 Tim Penulis, Ensklopedi Islam, Jilid 5 (Jakarta: PT Ichtiar Van Hoeve, 2001),

Azizah Siregar
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Leave a Reply