RisetAnakBangsa.id-Nabi Zulkarnain adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam yang kisahnya diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Kahfi ayat 83-101.Beliau dikenal sebagai seorang raja yang adil, bijaksana, dan memiliki kekuatan serta kekuasaan yang luar biasa. Perjalanannya menjelajahi berbagai wilayah dan usahanya membangun tembok raksasa untuk melindungi kaum yang lemah menjadi inspirasi bagi umat manusia.
Asal-usul dan Kehidupan Awal
Nama Zulkarnain sendiri memiliki arti “memiliki dua tanduk”, yang ditafsirkan oleh para ulama sebagai simbol kekuasaan atau kebesarannya yang mencapai timur dan barat, atau karena beliau memiliki kekuatan spiritual dan fisik yang luar biasa.
Meskipun tidak disebutkan secara rinci silsilahnya, Zulkarnain adalah seorang raja yang diberi karunia oleh Allah SWT berupa ilmu, kekuatan, dan kebijaksanaan. Sejak muda, beliau telah menunjukkan sifat kepemimpinan yang kuat dan kepedulian terhadap rakyatnya. Ia tidak hanya berkuasa, tetapi juga menjadi pelindung bagi mereka yang tertindas.
Perjalanan Hebat Nabi Zulkarnain
Allah SWT memberikan kemampuan kepada Zulkarnain untuk melakukan perjalanan ke berbagai penjuru dunia. Perjalanan ini bukan sekadar penjelajahan, melainkan juga upaya untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan menyebarkan ajaran tauhid.
Perjalanan ke Arah Barat (Matahari Terbenam)
Dalam Surah Al-Kahfi ayat 86, Allah berfirman
:حَتّٰٓى اِذَا بَلَغَ مَغۡرِبَ الشَّمۡسِ وَجَدَهَا تَغۡرُبُ فِىۡ عَيۡنٍ حَمِئَةٍ” وَّوَجَدَ عِنۡدَهَا قَوۡمًا ؕ قُلۡنَا يٰذَا الۡقَرۡنَيۡنِ اِمَّاۤ اَنۡ تُعَذِّبَ وَاِمَّاۤ اَنۡ تَتَّخِذَ فِيۡهِمۡ حُسۡنًا”
“Hingga apabila ia telah sampai ke tempat matahari terbenam, ia mendapati matahari terbenam di sebuah mata air yang keruh dan ia mendapati di dekatnya suatu kaum. Kami berfirman: Hai Zulkarnain, kamu boleh mengazab mereka atau kamu boleh mengambil terhadap mereka suatu cara yang baik.”
Di tempat ini, Zulkarnain dihadapkan pada pilihan untuk menghukum kaum yang ingkar atau berbuat baik kepada mereka. Beliau memilih jalan kebaikan dan mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT, serta memberikan hukuman yang mendidik bagi yang tetap durhaka.
Perjalanan ke Arah Timur (Matahari Terbit)
Selanjutnya, dalam Surah Al-Kahfi ayat 89, Allah SWT berfirman: “ ثُمَّ اَتۡبَعَ سَبَبًا “
“Kemudian dia menempuh jalan (lain). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua gunung, dia mendapati di belakang keduanya suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.”
Di wilayah timur ini, Zulkarnain menemukan sebuah kaum yang hidup dalam kesulitan dan sering menjadi korban serangan bangsa Yakjuj dan Makjuj. Kaum ini memohon bantuan Zulkarnain untuk membangun sebuah tembok penghalang yang kuat.
Pembangunan Tembok Raksasa Yakjuj dan Makjuj
Kisah pembangunan tembok ini menjadi bagian paling terkenal dari perjalanan Zulkarnain. Dengan bantuan kaum tersebut dan atas petunjuk Allah, Zulkarnain merencanakan pembangunan tembok yang kokoh dari besi dan tembaga. Surah Al-Kahfi ayat 94-96 menggambarkan prosesnya:
“قَالُوْا يٰذَا الْقَرْنَيْنِ اِنَّ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ مُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلٰٓى اَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا”
“Mereka berkata: “Hai Zulkarnain, sesungguhnya Yakjuj dan Makjuj itu membuat kerusakan di bumi, maka manakah tahu kami (membayar pajak) supaya kamu membentangkan sebagian tembok di antara kami dan mereka?”
“Bawalah kepadaku potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu sudah sama rata dengan dua gunung (puncak gunung), berkatalah ia: “Tiuplah (api)…” Hingga apabila besi itu sudah menjadi merah seperti api, dia berkata: “Bawalah kepadaku tembaga yang mendidih agar aku tuangkan ke atasnya.”
Sifat mulia nabi Zulkarnain
Dari kisah perjalanannya, kita dapat mempelajari berbagai sifat mulia yang dimiliki Nabi Zulkarnain:
Keadilan dan Kebijaksanaan: Beliaselalu memilih cara yang terbaik dan adil dalam menghadapi berbagai situasi, baik saat berkuasa maupun saat berinteraksi dengan kaum yang berbeda.
Ketaatan kepada Allah: Zulkarnain senantiasa menyandarkan segala kekuatan dan keberhasilannya kepada Allah SWT. Ia tidak pernah sombong atau merasa memiliki kekuatan sendiri.
Kepedulian Sosial: Beliau sangat peduli terhadap penderitaan orang lain dan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mereka, seperti membangun tembok untuk melindungi kaum yang lemah.
Keteguhan dan Kegigihan: Dalam membangun tembok, Zulkarnain menunjukkan semangat juang yang tinggi dan tidak kenal lelah hingga tugas tersebut selesai.
Rendah Hati: Meskipun memiliki kekuasaan yang besar, Zulkarnain tetap rendah hati dan tidak pernah mencari pujian atau keuntungan pribadi dari usahanya.
Penguasaan Ilmu Pengetahuan: Kemampuannya dalam merencanakan dan membangun tembok raksasa menunjukkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masanya.
Pelajaran dari kisah nabi Zulkarnain
Kisah Nabi Zulkarnain mengajarkan kepada kita pentingnya:
1.menggunakan kekuasaan dan ilmu pengetahuan untuk kebaikan umat manusia.
2.Bersikap adil dan bijaksana dalam setiap tindakan.
3.Senantiasa bersyukur dan menyandarkan segala sesuatu kepada Allah SWT.
4.Memiliki kepedulian sosial dan membantu mereka yang membutuhkan.
5.Menjaga akidah dan keteguhan iman dalam menghadapi tantangan hidup.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kekayaan dan kekuasaan sejati bukanlah pada harta benda, melainkan pada kemampuan untuk berbuat baik, menegakkan keadilan, dan meraih keridhaan Allah SWT.
Daftar Pustaka
Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia, 2019.
Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2008.
Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Wahbah Az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir: Aqidah, Syariah, dan Manhaj. Jakarta: Gema Insani, 2013.
Abu Ja’far Ath-Thabari. Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an (Tafsir Ath-Thabari). Beirut: Dar al-Fikr, 2001.

Auliyani Purba
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islan Anak Usia Dini UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Leave a Reply